Jumat, 24 Februari 2012

Amalan Agar Muka Berseri-Seri

rama cinta
amalan ini untuk sedulur semua yg mau mengamalkanya, untuk laki-laki
maupun perempuan, biar terlihat ganteng/cantik di pandang lawan
jenisnya.
“AMALANYA”
bismilahirahmanirahim holakod dunya minan nuuri walakho adama wa’tini
cahaya nur muhammad.
“CARA PENGAMALAN’NYA”
amalanya di baca 21x atau lebih, setiap selesai shalat fardu 5 waktu.
“AMALAN AGAR SELURUH TUBUH BERSINAR”
“AMALANYA”
bismilahirahmanirahim robbana at’mimlana nurrona waghfirlana innaka
ala kulli syai’in qadir.
“CARA MENGAMALKAN’NYA”
baca doa ini 3x tahan nafas, setiap anda akan mandi, bercuci muka, dan
menyisir. Untuk cara mengamalkan di sa’at anda mau mandi, anda baca
amalanya sambil di barengin dengan mengguyur seluruh tubuh dengan air,
begitu juga dengan mencuci muka dan menyisir. RITUAL DI LAKUKAN SAMPAI
BERHASI.
“AMALAN AGAR TANGAN TIDAK PERNAH SEPI DARI UANG”
ini adalah amalan rahasia para kiayi agar uang tiada habis-habisnya
selalu menjumpai kita, selalu ada saja rejeki yg tidak terguga
menjumpai kita, INTINYA ingsya allah jika anda mengamalkan amalan ini
setiap tahunya anda tidak akan pernah kehabisan uang.
“AMALANYA”
bismilahirahmanirahim muhammadun rosulullahi shollallahu alaihi
wassalam, ahmadur rosulillahi shollallahu alaihi wassalam.
“CARA MENGAMALKAN’NYA”
amalanya di baca pada malam jumat terakir di bulan rajab, dan amalanya
di baca 35x. @@@

Amalan MULTIFUNGSI

dead man
renalt_bradley@yahoo.com


BISMILLAHIRRAHMAANIRROHIIM.


*BISMILLAAHI TAWAKKALTU ALALOOHI LAA HAULA WA LAA QUWWATA ILLA BILLAAHI

DILANJUTKAN MEMBACA : YA ALLAH SY BERTAWAKAL KARENA ALLAH MOHON DLINDUNGI DAN DINAUNGI DARI KEJAHATAN ORG2 YANG INGIN BERNIAT JAHAT PADA DIRI SY, SINGKIRKAN DAN JAUHKAN KEJAHATANNYA DARI DIRI SAYA, HANYA KEBAIKAN DAN KEBENARANNYA YG ALLAH BERIKAN UNTUK DIRI SAYA, HANYA ALLAH YG MENOLONG DIRI SAYA. SETIAP HARI SELALU DILIHAT YG BAIK2 SAJA.


*ROBBI SOHRI SODRI WAYA SIRLI AMRI WAHLUL UDATAL MILISANI YAFKOHU KAOULI

DILANJUTKAN MEMBACA : YA ALLAH LAPANGKANLAH DADA SAYA, TENANGKANLAH HATI SAYA. BILA SAYA BICARA TERHADAP SEMUA ORANG BAIK LAKI2 ATAU PEREMPUAN YG SAYA HADAPI TERUTAMA…….. BIAR MENGERTI DAN MEMAHAMI PEMBICARAAN SY. SEMUA HANYA ALLAH YG MENOLONG DIRI SY. SMUA MASALAH DAN URUSAN SAYA BIAR MUDAH DAN GAMPANG UNTUK SELAMANYA.


*IDZQAALA YUUSUFU LI ABIIHI YAA ABATI INNI RA AITU AHADA’ ASYARA KAUKABAUW WASY SYAMSA WA QAMARA RA AITUHUM LII SAJIDIN.

DILANJUTKAN MEMBACA : YA ALLAH DOA INI ADALAH DOA PENGASIHAN/KASIH SAYANG, UNTUK DAGANGAN DAN DIRI SAYA. UNTUK DITINGGAL SUAMI/ISTRI,PACAR ATAUPUN ANAK. DOA INI UNTUK SEMUANYA BIAR DIRI SAYA DISENANGI, DISUKAI DAN DISAYANG MAUPUN DIKASIHI SEMUA ORG BIAR MELIHAT AURA WAJAH DAN TUBUH SY SELALU JANGAN LUPA-LUPA DILIHAT DIMATA DAN DIHATINYA……… JANGAN LUPA PANDANGAN HATINYA DAN JUGA UNTUK SEMUA ORANG. HANYA ALLAH YG MENOLONG DIRI SY UNTUK KASIH SAYANG DAN CINTANYA BAGAIKAN NABI ADAM DAN HAWA TANPA DIMINTA AGAR MEMBERI.


*SUMMUM BUKMUM UMYUN FAHUM LAYARJIUN

DILANJUTKAN MEMBACA : BIAR BUNGKAM DAN DIAM MULUT/SUARANYA. DOA INI UNTUK MENAGIH HUTANG, DIBENCI ORANG, ANAK HILANG,SUAMI TUKANG JUDI ATAU PEMABOK BIAR TUNDUK DAN TAKLUK DENGAN DOA INI. BILA APA KATA ALLAH TERJADI MAKA TERJADILAH UNTUK BAIK DAN UNTUK TENANG DIDALAM RUMAH TANGGA SY YA ROBBAL ALAMIN.


*SUBHANALLAH dibaca 25x

setiap 5X DILANJUTKAN MEMBACA : YA ALLAH BERILAH REZEKI SY BIAR BANYAK, UANGNYA KUMPUL, BERKAH, SEHAT BADAN DAN TUBUH SAYA. BILA SAYA DAGANG BIAR DAGANGAN SAYA LARIS, BANYAK PEMBELI YG SUKA DAN SENANG MEMBELI DAGANGAN SAYA, SETIAP HARI JANGAN BOSAN MAMPIR KETEMPAT SAYA DAN MEMBELI DAGANGAN SAYA.


*IDZA BAROSTUM MUSIBATIN KHOLA INNALILLAHI WA INNA ILAIHI RAAJI’UN

DILANJUTKAN MEMBACA : YA ALLAH KEJAHATAN SESEORANG YANG PUNYA HATI JAHAT SAYA KEMBALIKAN KPD ENGKAU, KEBAIKAN DAN REZEKI SAYA MENGALIR SETIAP HARI JANGAN PUTUS2, KUMPUL UANGNYA, BERKAH DAN SEHAT DIRI SAYA DAN SEKELUARGA, AAMIIN AAMIIN YA ROBBAL ALAMIN. SEMUA KARNA ALLAH SIANG DAN MALAM DIBERI TENANG DAN ADEM PIKIRAN DAN MATA BATIN SAYA. ENAK MAKAN DAN MINUM.


CATATAN : AMALAN INI MULTI FUNGSI,,,,,, DIAMALKAN SETELAH SHOLAT SECARA ISTIQOMAH. SMOGA BERMANFAAT. @@@

DAYAK

Suku ini memegang teguh kehormatan leluhur, setia kawan, jujur dan tenggang rasa. Kebersatuan mereka terhadap alam sekitar adalah hasil dari kepercayaan terhadap dunia magis.
dayak1
Siapapun tak bisa menyangkal kemampuan batin manusia Dayak sangat kuat. Ini adalah hasil dari keakraban manusia Dayak dengan dirinya sendiri dan lingkungannya dan diolah dengan laku perbuatan yang nyata: membela harkat dan martabat kemanusiaan serta alam sekitarnya dengan cara diam dan simbolik.
Salah satu ketua adat dari Etnis Dayak pedalaman menceriterakan bagaimana dia mendapatkan ilmu kesaktian sehingga dia memiliki sejumlah kelebihan yang tidak dimiliki oleh manusia lain. Salah satu pesan penting dan begitu mendalam adalah apa yang biasa didengar oleh para spiritualis di Jawa yaitu etos yang disebut mesu budi, — dari Serat Wedatama. Yaitu bermakna mengandalkan kekuatan batin dan tidak bertumpu pada kemegahan dunia. Bahwa NILAI SESEMANUSIA TIDAK PERNAH DILIHAT DARI HARTA YANG DIA MILIKI, TETAPI DARI APA YANG TELAH DIA PERBUAT UNTUK MANUSIA DAN ALAM SEKITARNYA.
“Di zaman yang semakin bobrok seperti sekarang ini, seharusnya jangan hanya mengejar dunia. Lihat saja semua tokoh besar yang meninggal, tidak terkenal karena kendaraan mewah yang dia miliki, rumah yang dia punya, tetapi karena karya yang telah dia buat selama hidupnya,” katanya.
ok1
Salah satu adat yang diyakini manusia Dayak adalah menganggap tabu untuk menebang pohon di sekitar daerah itu, sehingga timbul berbagai istilah hutan adat atau hutan keramat yang dikenal sejak zaman nenek moyang mereka. Sayangnya, masih banyak oknum-oknum yang secara membabi buta melakukan penebangan hanya untuk kepentingan pribadi tanpa memikirkan akibat yang timbul dari perbuatannya tersebut.
Tidak sedikit dari wilayah hutan yang diklaim masyarakat Dayak setempat sebagai hutan adat, dijadikan areal penebangan hutan secara liar. Lagi-lagi sangat disayangkan, masyarakat Dayak setempat harus gigit jari terhadap para penebang yang sebenarnya telah melakukan pantangan adat dan pantas menerima hukuman, baik hukum positif maupun adat. Mereka tidak dapat berbuat banyak melihat hal itu. Selain menjadi penonton yang baik mereka lebih banyak diam, karena keterbatasan pengetahuan. Sementara aparat yang seharusnya menjadi pelindung bagi justeru ikut-ikutan menjarah hasil penebangan liar tersebut. Padahal selama ini, jika manusia Dayak memang harus melakukan penebangan kayu untuk membuka lahan atau dijadikan bahan baku membuat rumah, sebelumnya melakukan suatu upacara adat dengan berbagai sesaji.
Itu sebabnya saat terjadi kerusakan hutan yang parah di Kalimantan, manusia Dayak sangat gelisah dan tiada henti memprotes. Salah satu protes itu berbentuk pernyataan bersama menolak perusakan hutan. Misalnya protes yang dilancarkan Forum Kampung Dayak Punan Hulu Kelay yang terdiri dari Kampung Long Suluy, Long Lamcin, Long Lamjan, Long Keluh, Long Duhung, dan Kampung Long Beliu Kabupaten Berau. Mereka memberikan pernyataan:
Bahwa; hutan, air, sungai, pohon buah, pohon madu, tanaman obat, binatang buruan, rotan, emas dan sumber-sumber alam lainnya adalah tempat hidup dan sumber kehidupan kami dan kami harus menjaganya untuk memastikan sumber-sumber alam tersebut, akan
terus ada dan tersedia sebagai amanah pendahulu kami dan untuk kehidupan kami sekarang dan kehidupan generasi penerus kami pada masa yang akan datang, dengan ini kami sampaikan pernyataan kami untuk semua pihak:
1. Menolak penambangan sumberdaya alam, terutama tambang emas dengan menggunakan alat-alat mesin dan zat-zat yang membahayakan, kecuali dilakukan secara tradisional (dulang) seperti yang diajarkan oleh manusia tua kami secara turun-temurun.
2. Tidak menerima segala bentuk perkebunan besar, yang membuka hutan secara luas dan dapat menghabiskan sumberdaya alam sebagai tempat kami menggantungkan hidup dan kehidupan.
3. Menolak segala bentuk kegiatan penebangan liar yang dilakukan oleh siapapun dan dalam bentuk apapun.
4. Menolak segala bentuk perburuan binatang yang dilindungi baik yang dilindungi hukum adat maupun dilindungi hukum positif, kecuali perburuan bintang yang tidak dilindungi untuk kebutuhan hidup kami secara terbatas
5. Meminta pada semua pihak untuk mengakui dan menghargai hak-hak masyarakat secara adat dalam pengelolaan dan pemanfaatan sumberdaya alam
6. Meminta kepada semua masyarakat yang tinggal dikampung-kampung hulu sungai kelay, untuk secara bersama-sama menjaga dan mempertahankan seluruh sumber-sumber kehidupan kita.
ok3
Pernyataan ini adalah pesan serius dari kalangan komunitas Dayak yang selama ini dipandang rendah, hina, dibodoh-bodohkan dan dianggap sebagai “suku terasing” atau “primitif.” Jika kita memahami budaya Dayak, maka kebangkitan untuk tidak diam melihat kerusakan lingkungan ini bisa digambarkan bahwa naga yang tinggal di lubuk sungai telah muncul ke permukaan dan menghempas-hempaskan ekor raksasa perkasanya.
Dalam khasanah Budaya Dayak, manusia harus meyakini adanya konsep hidup-mati: “RENGAN TINGANG NYANAK JATA” (anak enggang, putera-puteri naga), yang dilambangkan oleh enggang dan naga (jata) di seluruh pulau Kalimantan, bukanlah manusia agresif. Tapi jika berkali-kali diagresi dalam berbagai bentuk, mereka akan melakukan perlawanan “ISEN MULANG” yang artinya “takkan pulang kalau tak menang”. Secara fisik terbaca pada “lahap” (pekikan perang) atau “lawung bahandang” (ikat kepala merah) dan “mangkok merah”.
Aksi Dayak ini hanya dilakukan jika mereka sampai pada batas kesabaran, apabila bumi dan mereka terus dirusak, apabila “sumpah potong rotan” dan upacara sejenis sudah dilakukan dan terus-menerus dilanggar. Padahal sejatinya, manusia Dayak termasuk manusia pendiam dan banyak bicara dengan bahasa isyarat, tatapan mata dan pengamatan serta mencermati kata oleh adanya tradisi mantera yang kuat di kalangan komunitas mereka. Mantera adalah satunya kata dan tindakan, keyakinan pada makna kata.
Manusia Dayak mengenal zat tertinggi yang menciptakan dunia dan segala isinya. Itu tersirat dalam adat, mitos-mitos tentang kejadian alam semesta dan manusia yang memperlihatkan keterkaitan-keterkaitan antara manusia dengan makhluk-makhluk lain serta alam lingkungan sekitarnya. Keyakinan terhadap zat tertinggi atau Tuhan itu tersurat dalam keyakinan mereka terhadap adanya dunia batin (inner world) yang memiliki kekuatan magis yang mengendalikan alam semesta. Berbagai nama-nama pengetahuan batin manusia Dayak tersebut diantaranya: Parang-maya, Pipit Berunai, Tumbak Gahan, Awoh, Kiwang, Kibang, Pakihang, Panikam Jantung, dan Petak Malai, dan Pantak.
Dalam mitologinya, manusia Dayak mengenal empat tingkatan dewa-dewa sebagai kekuatan alam yang tinggi. Mereka adalah:
(1) NEK PANITAH. Nek Panitah adalah dewa tertinggi. Ia hidup bersama istrinya yang bernama Nek Duniang. Anak Nek Panitah dengan Ne’ Duniang bernama Baruakng Kulub. Panitah = perintah.
(2) JUBATA. Jubata adalah roh-roh yang baik. Jumlah mereka banyak. Tiap sungai, gunung, hutan, bukit mempunyai jubata. Yang terpenting adalah jubata dari bukit bawakng. Apa’ Manto Ari adalah raja dari bukit bawakng.
(3) KAMANG. Kamang adalah roh-roh leluhur dari orang dayak. Ia berpakaian cawat dan kain kepala warna merah dan putih diputar bersama ( tangkulas ). Ini juga pakaian dari pengayau kalau mereka pulang dengan membawa hasil. Kamang pandai melihat, mencium bau dan makanannya darah. Ini terlihat dari upacara-upacara adat. Darah untuk kamang dan beras kuning untuk jubata. Kamang tariu dan kamang 7 bersaudara. Kamang tariu adalah adalah Kamang Nyado dan Kamang Lejak. Sedangkan kamang 7 bersaudara adalah Bujakng Nyangko ( yang tertua ) tinggal dibukit samabue, Bujakng Pabaras, Saikng Sampit, Sasak Barinas, Gagar Buluh, Buluh Layu’ dan Kamang Bungsu ( dari Santulangan ). Bujakng Nyangko adalah kamang yang baik. Sedangkan yang lain terkadang baik dan terkadang jahat. Saikng sampit, Sasak Barinas, Gagar Buluh dan Buluh Layu’ adalah kamang yang sering tidak senang dan menyebabkan pada waktu itu penyakit dan kematian. Kamang Tariu dengan 7 bersaudara itu adalah pelindung dari para pengayau.
(4) ANTU. Jumlah antu ( hantu ) banyak sekali. Dalam arti tertentu, mereka kurang lebih jiwa orang mati. Antu selalu menyebabkan penyakit pada manusia, binatang maupun tumbuhan. Antu cacar menyebabkan penyakit pada manusia. Antu apat menyebabkan penyakit padi dan antu serah menyebabkan banyak tikus makan padi diladang.
Kepercayaan pada 4 tingkat makhluk supranatural inilah yang melahirkan asas-asas kehidupan mereka, yakni:
(1) PAMA. Pama artinya kekuatan yang membawa keuntungan. Pama hanya dimiliki oleh orang besar dan juga pengayau yang berhasil. Mereka mempunyai pama karena dianggap mereka mempunyai hubungan keatas, dengan jubata. Kalau orang yang mempunyai pama meninggal, pama pindah kepantak yang pada akhirnya ditempatkan dipadagi. Kata pama sendiri berasal dari bahasa sanskrit = umpama, berarti gambaran. Pantak adalah gambaran seseorang yang mempunyai pama pada waktu dia hidup.
(2) JIWA. Orang Dayak mengenal ada 7 jiwa. Yaitu :
ok5
NYAWA. Hanya manusia dan binatang yang mempunyai nyawa. Nyawa hilang waktu meninggal.
SUMANGAT. Bukan hanya manusia mempunyai sumangat, tetapi juga binatang, tanaman dan benda-benda. Ini dapat dilihat dari doa-doa persembahan yang selalu diakhir dengan memanggil kembali sumangat manusia, padi, babi, ayam, beras, emas, perak dan semua milik rumah. Sumangat dengan mudah keluar dari tempatnya. Kalau terkejut, sesudah suatu perbuatan yang berbahaya yang didampingi oleh ketakutan, sesudah memandikan anak kecil ( bahaya sumangat anak hilang bersama dengan air ). Sesudah melahirkan juga diadakan upacara nyaru’ sumangat. Cara sederhana untuk memanggil sumangat kembali : kurrr….a’ sumangat. Mimpi disebabkan oleh sumangat, karena itu sumangat berjalan. Kalau kita sebut nama seseorang, sumangatnya pasti datang dengan kita dan kita akan bertemu dengan semangat orang itu dalam mimpi. Tempat sumangat ada dalam badan. Sumangat dikembalikan dalam badan oleh dukun baliatn lewat telinga kiri. Sesudah manusia meninggal, sumangatnya tidak menjadi pidara, tetapi pergi ke subayatn. Sumangat dari orang yang dibuatkan pantak pergi ketempat pantak itu dan bergabung dengan kamang.
AYU. Tempat ayu ada dibelakang badan. Kalau ayu pergi, ayu dikembalikan dipermulaan punggung ( ka’ pungka’ balikakng ), dibawah leher. Ayu melindungi manusia dari belakang. Penyakit yang disebabkan oleh kehilangan/kepergian ayu jauh lebih parah daripada penyakit yang disebebkan oleh kepergian sumangat. Dikatakan “ lapas ayu “ atau rongko’ (sakit ayu ). Sesudah orang meninggal, ayu menjadi pidara dan tetap tinggal bersama dengan badan. Ada hubungan erat antara ayu dengan hantu. Ayu juga disebut hantu.
SUKAT. Dalam doa selalu dikatakan “ sukat nang panyakng satingi diri’ “ artinya sukat yang panjang setinggi kami sendiri. Pertama sukat menunjuk kepada satu bagian dari badan manusia, mulai dari atas kepala lewat otak ke sumsum belakang. Penyakit bisa disebabkan oleh kekurangan sukat.
BOHOL. Bohol bersifat anatomis yakni garis perut dari tulang dada ke pusat atau lebih khusus tempat dibawah tulang dada yang berdenyut. Kurang bohol atau bohol yang tidak lurus adalah sala satu sebab penyakit. “ kakurangan sukat nang manyak, kakurangan bohol nang jarakng “ demikian dukun menyebutkan sebab penyakit pasiennya. Penyakit karena kekurangan bohol terutama dialami oleh anak kecil. Dari wnaita yang sulit beranak dikatakan “ mereng bohol anak “ artinya bohol anak bayi miring. Dukun baliatn pandai mencari bohol yang hilang.
LEO BANGKULE. Leo Bangkule berarti jantung, hati, paru-paru atau semua organ dalam perut manusia. Dalam doa, leo bangkule sering diundang kembali. Bersama dengan leo bangkule selalu dikatakan : tali nyawa atau tali danatn atau tali dane. Untuk manusia, tali nyawa berarti saluran pencernaan.
NENET SANJADI. Nenet Sanjadi disebut juga saluran pernafasan ( tali sengat ), permulaan dari tali mulai dari karukok (kerongkongan ).
Manusia dayak memegang 5 prinsip kehidupan yang ditetapkan berdasarkan adat, yaitu: HIDUP HARUS TOLONG MENOLONG, HARUS HIDUP MEMPERTAHANKAN KEAMANAN RAKYAT DAN DESA, TIDAK BOLEH HIDUP TIPU-MENIPU, HARUS JUJUR DAN ADIL, DAN HARUS HIDUP SETALI SEDARAH. Bagi pelanggar 5 sumpah adat ini, maka akan diberlakukan Hukuman adat bagi manusia
Secara ringkas, Manusia Dayak yakin bahwa ada dua ruang lingkup alam kehidupan, yaitu kehidupan alam nyata dan kehidupan alam maya. Yang berada di alam kehidupan nyata ialah makhluk tak hidup, tumbuh-tumbuhan, hewan dan manusia. Sedangkan yang berada di alam kehidupan maya antara lain: Ibalis, bunyi’an, antu, sumangat urang mati, dan Jubata (Tuhan).
Kedua alam kehidupan ini dapat saling pengaruh-mempengaruhi satu dengan yang lainnya. Kekuatan supranatural yang dimiliki oleh manusia adalah salah satu contoh dari akibat tersebut di atas. Untuk menjaga keseimbangan antara kehidupan alam nyata dan kehidupan alam maya, serta untuk menata seluruh aspek kehidupan warganya, hubungan timbal-balik sesama warganya, hubungan warganya dengan alam lingkungannya, serta penciptanya/Jubata agar tetap serasi dan harmonis, nenek moyang para leluhur mereka telah menyusun secara arif dan bijaksana ketentuan-ketentuan, aturan-aturan yang harus ditaati dan dijadikan pengangan hidup bagi seluruh warganya dan warga keturunannya dari generasi ke generasi sampai kini.
Manusia Dayak dalam menjalani rutinitas kehidupannya tidak lepas dari praktek religius tradisionalnya yang diwarisi oleh para leluhurnya, terutama dalam interaksinya dengan alam lingkungannya. mereka percaya bahwa dalam usaha mendapatkan rejeki, kesehatan dan keselamatan dalam kehidupan ini tidak hanya bertumpu pada usaha kerja keras saja, tetapi juga pada harapan adanya campur tangan dari “apa” yang mereka yakini.
Hal ini dapat dilihat dari doa dalam setiap acara ritual yang disampaikan oleh penyangohotn (imam):
“BUKOTNNYO UNANG I-MANTABOK I-MAROMPOKNG ADAT ATURAN ANYIAN, IO INURUNAN AMPET I NE’ UNTE’ I KAIMANTOTN, NE’ ANCINO I TANYUKNG BUNGO, NE’ SARUKNG I SAMPURO, NE’ RAPEK I SAMPERO’, NE’ SAI I SABAKO’, NE’ RAMOTN I SAA’U, NE’ RANYOH I GANTEKNG SIOKNG. ANGKOWOLAH ANGKENYO KAMI ANAK PARUCU’E MAKE IO DAH TINGOR-KAMANINGOR, DAH PAHIYAK DAH GOEHOTN KAMI IHANE.”
Bukanlah adat dan aturan ini hasil rekayasa semata-mata, namun dia diturunkan oleh mereka (para leluhur) yang bernama Nek Unte’ yang tingggal di kaimantotn, Nek Bancino (leluhur dari etnis cina) di Tanyukng Bungo, Nek Sarukng di bukit sampuro, Nek Rapek di sungai Sapero’, Nek Sai di bukit Sabako’, Nek Ramotn di bukit saba’u Nek Ranyoh di Gantekng Siokng. Karena itu generasinya menggunakannya yang diwarisi dari generasi yang menjadi tuntutan kehidupan kami.
Dalam adat terkandung segala aturan, norma dan etika yang mengatur korelasi manusia dengan manusia, manusia dengan unsur-unsur yang non-manusia dalam sistem kehidupan ini. Ajaran tentang adat (etika) lingkungan hidup yang mengatur korelasi antara manusia dengan alam ini didasarkan pada pandangan dunia yang termuat dalam mitos-mitosnya.
Manusia Dayak memahami alam semesta (kosmos) ini sebagai suatu bentuk kehidupan bersama antara manusia dan yang non-manusia, diluar alam para Jubato (dewa) dan Awo Pamo (arwah para leluhur) yang berada di Subayotn. Bentuk kehidupan itu merupakan suatu sistem yang unsur-unsurnya terdiri dari unsur alam manusia dan alam non-manusia yang saling berkolerasi. Sistem kehidupan itu sendiri merupakan lingkungan hidup manusia dimana manusia hidup dan berkolerasi secara harmonis dan seimbang dengan unsur-unsur lain yang bukan manusia. Hubungan yang harmonis dan seimbang dalam sistem kehidupan dibangun oleh manusia melalui praktik-praktik religi.
Manusia sebagai bagian dari alam memiliki unsur-unsur alam, misalnya, udara, air, dan zat lainnya dalam dirinya. Manusia merupakan mikrokosmos (bagian dari dalam sistem alam semesta (kosmos) ini dan setiap unsur dalam sistem itu masing-masing memiliki nilai dan fungsinya yang saling mendukung dalam satu kesatuan yang harmonis dan seimbang.
Alam berkomunikasi dengan manusia antara lain melalui tanda-tanda yang diberikan. Sebaliknya bentuk komunikasi manusia dengan alam melalui praksis (tindakan nyata dan disadari) dan praktik religiusnya. Beberapa contoh bentuk pemahaman manusia sebagai bagian dari alam yang berkolerasi dalam misalnya, kematian dipahami sebagai peristiwa kembalinya dan menyatunya jasad manusia dengan alam dunia (taino) serta sengat atau ayu (jiwa) dengan Subayotn.
Saat manusia akan meninggalkan dunia, alam mengkomunikasikannya pada mnusia berupa tanda dalam bentuk suara dari sejenis mahluk alam yang disebut Tirantokng. Suara itu menyerupai bunyi sebuah parang besar beradu dengan alas kayu terjadi pada malam hari antara pukul 10.00 hingga 12.00. Tanda ini diartikan bahwa hantu telah memotong-motong badan orang itu hingga meninggal. Orang segera tahu bahwa dalam beberapa hari akan ada yang meninggal dunia di desanya atau desa sekitarnya.
Saat orang itu akan menghembuskan nafasnya yang terakhir (NGOOH), pada malam sebelumnya suara riuh rendah dari mahluk malam di rimba terdengar tidak seperti biasanya. Peristiwa ini bisa dialami oleh mereka yang menunggu durian atau berburu pada malam hari (NERENG). Orang menafsirkannya bahwa alam bersorak-sorai menyambut kedatangan manusia yang akan menyatu kembali dengannya. Tidak ada kebiasaan membersihkan dan menyembahyangi dalam kehidupanmasyarakat Dayak. Pohon-pohon dan semak dibiarkan tumbuh lebat disekitar kuburan. Masyarakat takut untuk membersihkannya karena arwah manusia yang dikubur itu akan marah dan menyakitinya.
Jenasah itu dikubur tanpa nisan. Rangkaian peristiwa kematian yang dialami dalam kehidupannya membuat masyarakat Dayak berkesimpulan bahwa MANUSIA ITU BETUL-BETUL TELAH KEMBALI DAN MENYATU DENGAN ALAM KARENA DIA SESUNGGUHNYA BERASAL DARI ALAM. MANUSIA YANG SUDAH MOMO’ (MENINGGAL DUNIA) ITU SESUNGGUHNYA TELAH KEMBALI KE BINUO (TEMPAT) ASALNYA.
Selain menjalin keakraban kepada makhluk lain yang tidak terlihat, Manusia juga perlu menjalin kerjasama erat dengan binatang sebagai sesama adalah mahluk ciptaan Tuhan. Oleh karena itu ada salah satu suku dayak yaitu Suku Dayak Ngaju menempatkan binatang pada tempat yang istimewa, antara lain:
a. Burung Tingang merupakan lambang kemasyuran dan keagungan.
b. Burung Antang (Elang) merupakan lambang keberanian, kecerdikan serta kemampuan memberikan petunjuk peruntungan baik buruk. Dalam acara ritual “menenung” atau acara “menajah antang” untuk mengetahui “Dahiang-Baya”, maka burung Antang digunakan sebagai mediator.
c. Burung Bakaka diyakini memberikan petunjuk bagi pencari ikan apakah memperoleh banyak ikan atau tidak. Demikian juga burung perintis.
d. Burung Kalajajau/ Kajajau (Murai) dianggap sebagai burung milik dewa. Memperlakukan burung Kalajajau/ Kajajau (Murai) dengan semena-mena dapat membawa malapetaka.
e. Burung Tabalului, Kangkamiak dan kulang-kulit sebagai kelompok burung hantu diyakini sebagai burung iblis.
f. Burung Bubut mampu memberikan informasi bahwa tidak alam lagi permukaan air sungai akan meluap atau terjadi banjir.
g. Tambun (ular besar / ular naga) melambangkan kearifan, kebijakan sarana, dan kekuatan.
h. Buaya sering dianggap sebagai penjelma mahluk alam bawah (jata).
i. Angui (Bunglon) diyakini sebagai perwujudan saudara Ranying Hatala Langit yang bungsu.
Meskipun binatang adalah mahluk ciptaan Tuhan dengan derajad yang lebih rendah dari pada manusia, namun manusia harus tetap menjaga keseimbangan populasinya agar supaya keseimbangan alam tetap terpelihara. Dalam kehidupan Masyarakat Dayak, adat melarang siapapun menganiaya binatang. Sebaliknya adat juga melarang manusia mempunyai hubungan yang lebih dengan binatang atau disetubuhi oleh binatang. Apabila hal itu terjadi maka orang tersebut merupakan manusia terkutuk.
Demikian sedikit uraian tentang dunia mistik Budaya Dayak. Tulisan ini hanya sebagai pintu masuk yang perlu ditindaklanjuti dengan berbagai penelitian mengingat suku Dayak tersebar di hampir seluruh Pulau Kalimantan yang luas. Kekayaan budaya spiritual dan mistik di tanah air kita memang luar biasa dan perlu terus dilestarikan, dilindungi dan  dikembangkan.

Wong Alus

Jumat, 17 Februari 2012

Karomah Uwais Al-Qarni

Pada zaman Nabi Muhammad SAW, ada seorang pemuda bermata biru, rambutnya merah, pundaknya lapang panjang, berpenampilan cukup tampan, kulitnya kemerah-merahan, dagunya menempel di dada selalu melihat pada tempat sujudnya, tangan kanannya menumpang pada tangan kirinya, ahli membaca Al Qur’an dan menangis, pakaiannya hanya dua helai sudah kusut yang satu untuk penutup badan dan yang satunya untuk selendangan, tiada orang yang menghiraukan, tak dikenal oleh penduduk bumi akan tetapi sangat terkenal di langit. Dia, jika bersumpah demi Allah pasti terkabul.

Pada hari kiamat nanti ketika semua ahli ibadah dipanggil disuruh masuk surga, dia justru dipanggil agar berhenti dahulu dan disuruh memberi syafa’at, ternyata Allah memberi izin dia untuk memberi syafa’at sejumlah qobilah Robi’ah dan qobilah Mudhor, semua dimasukkan surga tak ada yang ketinggalan karenanya. Dia adalah "Uwais al-Qarni". Ia tak dikenal banyak orang dan juga miskin, banyak orang suka menertawakan, mengolok-olok, dan menuduhnya sebagai tukang membujuk, tukang mencuri serta berbagai macam umpatan dan penghinaan lainnya.

Seorang fuqoha’ negeri Kuffah, karena ingin duduk dengannya, memberinya hadiah dua helai pakaian, tapi tak berhasil dengan baik, karena hadiah pakaian tadi diterima lalu dikembalikan lagi olehnya seraya berkata : "Aku khawatir, nanti sebagian orang menuduh aku, dari mana kamu dapatkan pakaian itu, kalau tidak dari membujuk pasti dari mencuri". Pemuda dari Yaman ini telah lama menjadi yatim, tak punya sanak famili kecuali hanya ibunya yang telah tua renta dan lumpuh.

Hanya penglihatan kabur yang masih tersisa. Untuk mencukupi kehidupannya sehari-hari, Uwais bekerja sebagai penggembala kambing. Upah yang diterimanya hanya cukup untuk sekedar menopang kesehariannya bersama Sang ibu, bila ada kelebihan, ia pergunakan untuk membantu tetangganya yang hidup miskin dan serba kekurangan seperti keadaannya.

Kesibukannya sebagai penggembala domba dan merawat ibunya yang lumpuh dan buta, tidak mempengaruhi kegigihan ibadahnya, ia tetap melakukan puasa di siang hari dan bermunajat di malam harinya Uwais al-Qarni telah memeluk Islam pada masa negeri Yaman mendengar seruan Nabi Muhammad SAW. yang telah mengetuk pintu hati mereka untuk menyembah Allah, Tuhan Yang Maha Esa, yang tak ada sekutu bagi-Nya. Islam mendidik setiap pemeluknya agar berakhlak luhur. Peraturan-peraturan yang terdapat di dalamnya sangat menarik hati Uwais, sehingga setelah seruan Islam datang di negeri Yaman, ia segera memeluknya, karena selama ini hati Uwais selalu merindukan datangnya kebenaran.

Banyak tetangganya yang telah memeluk Islam, pergi ke Madinah untuk mendengarkan ajaran Nabi Muhammad SAW secara langsung. Sekembalinya di Yaman, mereka memperbarui rumah tangga mereka dengan cara kehidupan Islam. Alangkah sedihnya hati Uwais setiap melihat tetangganya yang baru datang dari Madinah. Mereka itu telah "bertamu dan bertemu" dengan kekasih Allah penghulu para Nabi, sedang ia sendiri belum.

Kecintaannya kepada Rasulullah menumbuhkan kerinduan yang kuat untuk bertemu dengan sang kekasih, tapi apalah daya ia tak punya bekal yang cukup untuk ke Madinah, dan yang lebih ia beratkan adalah sang ibu yang jika ia pergi, tak ada yang merawatnya Di ceritakan ketika terjadi perang Uhud Rasulullah SAW mendapat cedera dan giginya patah karena dilempari batu oleh musuh-musuhnya. Kabar ini akhirnya terdengar oleh Uwais. Ia segera memukul giginya dengan batu hingga patah. Hal tersebut dilakukan sebagai bukti kecintaannya kepada beliau SAW, sekalipun ia belum pernah melihatnya.

Hari berganti dan musim berlalu, dan kerinduan yang tak terbendung membuat hasrat untuk bertemu tak dapat dipendam lagi. Uwais merenungkan diri dan bertanya dalam hati, kapankah ia dapat menziarahi Nabinya dan memandang wajah beliau dari dekat ? Tapi, bukankah ia mempunyai ibu yang sangat membutuhkan perawatannya dan tak tega ditingalkan sendiri, hatinya selalu gelisah siang dan malam menahan kerinduan untuk berjumpa. Akhirnya, pada suatu hari Uwais mendekati ibunya, mengeluarkan isi hatinya dan memohon izin kepada ibunya agar diperkenankan pergi menziarahi Nabi SAW di Madinah.

Sang ibu, walaupun telah uzur, merasa terharu ketika mendengar permohonan anaknya. Beliau memaklumi perasaan Uwais, dan berkata : "Pergilah wahai anakku ! temuilah Nabi di rumahnya. Dan bila telah berjumpa, segeralah engkau kembali pulang". Dengan rasa gembira ia berkemas untuk berangkat dan tak lupa menyiapkan keperluan ibunya yang akan ditinggalkan serta berpesan kepada tetangganya agar dapat menemani ibunya selama ia pergi.

Sesudah berpamitan sambil menciumi sang ibu, berangkatlah Uwais menuju Madinah yang berjarak kurang lebih empat ratus kilometer dari Yaman. Medan yang begitu ganas dilaluinya, tak peduli penyamun gurun pasir, bukit yang curam, gurun pasir yang luas yang dapat menyesatkan dan begitu panas di siang hari, serta begitu dingin di malam hari, semuanya dilalui demi bertemu dan dapat memandang sepuas-puasnya paras baginda Nabi SAW yang selama ini dirindukannya.

Tibalah Uwais al-Qarni di kota Madinah. Segera ia menuju ke rumah Nabi SAW, diketuknya pintu rumah itu sambil mengucapkan salam. Keluarlah sayyidatina ‘Aisyah r.a., sambil menjawab salam Uwais. Segera saja Uwais menanyakan Nabi yang ingin dijumpainya. Namun ternyata beliau SAW tidak berada di rumah melainkan berada di medan perang. Betapa kecewa hati sang perindu, dari jauh ingin berjumpa tetapi yang dirindukannya tak berada di rumah. Dalam hatinya bergolak perasaan ingin menunggu kedatangan Nabi SAW dari medan perang. Tapi, kapankah beliau pulang ? Sedangkan masih terngiang di telinga pesan ibunya yang sudah tua dan sakit-sakitan itu, agar ia cepat pulang ke Yaman," Engkau harus lekas pulang".

Karena ketaatan kepada ibunya, pesan ibunya tersebut telah mengalahkan suara hati dan kemauannya untuk menunggu dan berjumpa dengan Nabi SAW. Ia akhirnya dengan terpaksa mohon pamit kepada sayyidatina ‘Aisyah r.a. untuk segera pulang ke negerinya. Dia hanya menitipkan salamnya untuk Nabi SAW dan melangkah pulang dengan perasaan haru.

Sepulangnya dari perang, Nabi SAW langsung menanyakan tentang kedatangan orang yang mencarinya. Nabi Muhammad SAW menjelaskan bahwa Uwais al-Qarni adalah anak yang taat kepada ibunya. Ia adalah penghuni langit (sangat terkenal di langit). Mendengar perkataan baginda Rosulullah SAW, sayyidatina ‘Aisyah r.a. dan para sahabatnya tertegun. Menurut informasi sayyidatina ‘Aisyah r.a., memang benar ada yang mencari Nabi SAW dan segera pulang kembali ke Yaman, karena ibunya sudah tua dan sakit-sakitan sehingga ia tidak dapat meninggalkan ibunya terlalu lama.

Rosulullah SAW bersabda : "Kalau kalian ingin berjumpa dengan dia (Uwais al-Qarni), perhatikanlah, ia mempunyai tanda putih di tengah-tengah telapak tangannya." Sesudah itu beliau SAW, memandang kepada sayyidina Ali k.w. dan sayyidina Umar r.a. dan bersabda : "Suatu ketika, apabila kalian bertemu dengan dia, mintalah do’a dan istighfarnya, dia adalah penghuni langit dan bukan penghuni bumi".

Tahun terus berjalan, dan tak lama kemudian Nabi SAW wafat, hingga kekhalifahan sayyidina Abu Bakar ash-Shiddiq r.a. telah di estafetkan Khalifah Umar r.a. Suatu ketika, khalifah Umar teringat akan sabda Nabi SAW. tentang Uwais al-Qarni, sang penghuni langit. Beliau segera mengingatkan kepada sayyidina Ali k.w. untuk mencarinya bersama. Sejak itu, setiap ada kafilah yang datang dari Yaman, beliau berdua selalu menanyakan tentang Uwais al-Qorni, apakah ia turut bersama mereka. Diantara kafilah-kafilah itu ada yang merasa heran, apakah sebenarnya yang terjadi sampai-sampai ia dicari oleh beliau berdua.

Rombongan kafilah dari Yaman menuju Syam silih berganti, membawa barang dagangan mereka. Suatu ketika, Uwais al-Qorni turut bersama rombongan kafilah menuju kota Madinah. Melihat ada rombongan kafilah yang datang dari Yaman, segera khalifah Umar r.a. dan sayyidina Ali k.w. mendatangi mereka dan menanyakan apakah Uwais turut bersama mereka. Rombongan itu mengatakan bahwa ia ada bersama mereka dan sedang menjaga unta-unta mereka di perbatasan kota. Mendengar jawaban itu, beliau berdua bergegas pergi menemui Uwais al-Qorni. Sesampainya di kemah tempat Uwais berada, Khalifah Umar r.a. dan sayyidina Ali k.w. memberi salam.

Namun rupanya Uwais sedang melaksanakan sholat. Setelah mengakhiri shalatnya, Uwais menjawab salam kedua tamu agung tersebut sambil bersalaman. Sewaktu berjabatan, Khalifah Umar segera membalikkan tangan Uwais, untuk membuktikan kebenaran tanda putih yang berada ditelapak tangan Uwais, sebagaimana pernah disabdakan oleh baginda Nabi SAW. Memang benar ! Dia penghuni langit. Dan ditanya Uwais oleh kedua tamu tersebut, siapakah nama saudara ? "Abdullah", jawab Uwais. Mendengar jawaban itu, kedua sahabatpun tertawa dan mengatakan : "Kami juga Abdullah, yakni hamba Allah. Tapi siapakah namamu yang sebenarnya ?" Uwais kemudian berkata: "Nama saya Uwais al-Qorni".

Dalam pembicaraan mereka, diketahuilah bahwa ibu Uwais telah meninggal dunia. Itulah sebabnya, ia baru dapat turut bersama rombongan kafilah dagang saat itu. Akhirnya, Khalifah Umar dan Ali k.w. memohon agar Uwais berkenan mendo’akan untuk mereka. Uwais enggan dan dia berkata kepada khalifah: "Sayalah yang harus meminta do’a kepada kalian".

Mendengar perkataan Uwais, Khalifah berkata: "Kami datang ke sini untuk mohon do’a dan istighfar dari anda". Karena desakan kedua sahabat ini, Uwais al-Qorni akhirnya mengangkat kedua tangannya, berdo’a dan membacakan istighfar. Setelah itu Khalifah Umar r.a. berjanji untuk menyumbangkan uang negara dari Baitul Mal kepada Uwais, untuk jaminan hidupnya. Segera saja Uwais menolak dengan halus dengan berkata : "Hamba mohon supaya hari ini saja hamba diketahui orang. Untuk hari-hari selanjutnya, biarlah hamba yang fakir ini tidak diketahui orang lagi.

Setelah kejadian itu, nama Uwais kembali tenggelam tak terdengar beritanya. Tapi ada seorang lelaki pernah bertemu dan di tolong oleh Uwais , waktu itu kami sedang berada di atas kapal menuju tanah Arab bersama para pedagang, tanpa disangka-sangka angin topan berhembus dengan kencang. Akibatnya hempasan ombak menghantam kapal kami sehingga air laut masuk ke dalam kapal dan menyebabkan kapal semakin berat.

Pada saat itu, kami melihat seorang laki-laki yang mengenakan selimut berbulu di pojok kapal yang kami tumpangi, lalu kami memanggilnya. Lelaki itu keluar dari kapal dan melakukan sholat di atas air. Betapa terkejutnya kami melihat kejadian itu. "Wahai waliyullah," Tolonglah kami !" tetapi lelaki itu tidak menoleh. Lalu kami berseru lagi," Demi Zat yang telah memberimu kekuatan beribadah, tolonglah kami!"

Lelaki itu menoleh kepada kami dan berkata: "Apa yang terjadi ?" "Tidakkah engkau melihat bahwa kapal dihembus angin dan dihantam ombak ?"tanya kami. "Dekatkanlah diri kalian pada Allah ! "katanya. "Kami telah melakukannya." "Keluarlah kalian dari kapal dengan membaca bismillahirrohmaanirrohiim!" Kami pun keluar dari kapal satu persatu dan berkumpul di dekat itu. Pada saat itu jumlah kami lima ratus jiwa lebih. Sungguh ajaib, kami semua tidak tenggelam, sedangkan perahu kami berikut isinya tenggelam ke dasar laut. Lalu orang itu berkata pada kami ,"Tak apalah harta kalian menjadi korban asalkan kalian semua selamat". "Demi Allah, kami ingin tahu, siapakah nama Tuan ? "Tanya kami. "Uwais al-Qorni". Jawabnya dengan singkat.

Kemudian kami berkata lagi kepadanya, "Sesungguhnya harta yang ada di kapal tersebut adalah milik orang-orang fakir di Madinah yang dikirim oleh orang Mesir." "Jika Allah mengembalikan harta kalian. Apakah kalian akan membagi-bagikannya kepada orang-orang fakir di Madinah?" tanyanya."Ya,"jawab kami. Orang itu pun melaksanakan sholat dua rakaat di atas air, lalu berdo’a. Setelah Uwais al-Qorni mengucap salam, tiba-tiba kapal itu muncul ke permukaan air, lalu kami menumpanginya dan meneruskan perjalanan. Setibanya di Madinah, kami membagi-bagikan seluruh harta kepada orang-orang fakir di Madinah, tidak satupun yang tertinggal.

Beberapa waktu kemudian, tersiar kabar kalau Uwais al-Qorni telah pulang ke rahmatullah. Anehnya, pada saat dia akan dimandikan tiba-tiba sudah banyak orang yang berebutan untuk memandikannya. Dan ketika dibawa ke tempat pembaringan untuk dikafani, di sana sudah ada orang-orang yang menunggu untuk mengkafaninya. Demikian pula ketika orang pergi hendak menggali kuburnya. Di sana ternyata sudah ada orang-orang yang menggali kuburnya hingga selesai. Ketika usungan dibawa menuju ke pekuburan, luar biasa banyaknya orang yang berebutan untuk mengusungnya.

Dan Syeikh Abdullah bin Salamah menjelaskan, "ketika aku ikut mengurusi jenazahnya hingga aku pulang dari mengantarkan jenazahnya, lalu aku bermaksud untuk kembali ke tempat penguburannya guna memberi tanda pada kuburannya, akan tetapi sudah tak terlihat ada bekas kuburannya. (Syeikh Abdullah bin Salamah adalah orang yang pernah ikut berperang bersama Uwais al-Qorni pada masa pemerintahan sayyidina Umar r.a.)

Meninggalnya Uwais al-Qorni telah menggemparkan masyarakat kota Yaman. Banyak terjadi hal-hal yang amat mengherankan. Sedemikian banyaknya orang yang tak dikenal berdatangan untuk mengurus jenazah dan pemakamannya, padahal Uwais adalah seorang fakir yang tak dihiraukan orang. Sejak ia dimandikan sampai ketika jenazahnya hendak diturunkan ke dalam kubur, di situ selalu ada orang-orang yang telah siap melaksanakannya terlebih dahulu. Penduduk kota Yaman tercengang.

Mereka saling bertanya-tanya : "Siapakah sebenarnya engkau wahai Uwais al-Qorni ? Bukankah Uwais yang kita kenal, hanyalah seorang fakir yang tak memiliki apa-apa, yang kerjanya hanyalah sebagai penggembala domba dan unta ? Tapi, ketika hari wafatmu, engkau telah menggemparkan penduduk Yaman dengan hadirnya manusia-manusia asing yang tidak pernah kami kenal. Mereka datang dalam jumlah sedemikian banyaknya.

Agaknya mereka adalah para malaikat yang di turunkan ke bumi, hanya untuk mengurus jenazah dan pemakamannya. Baru saat itulah penduduk Yaman mengetahuinya siapa "Uwais al-Qorni" ternyata ia tak terkenal di bumi tapi menjadi terkenal di langit.

Indospirtual.com

Senin, 02 Januari 2012

Hukum Allah di Semesta

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh..,

Allah mencipta seluruh ciptaanNya dengan berlapis-lapis, bertumpuk-tumpuk dan berputar-putar sehingga membentuk suatu wujut yang saling mempengaruhi dan saling ketergantungan melalui gelombang perputaran energi, Oleh karena itu berlaku pulalah hukum alam berupa hukum tarik menarik seperti hukum gravitasi, Hukum tarik menarik ini berlangsung secara otomatis (Sunnatullah), hukum tarik menarik tidak menanyakan kepada anda apakah Anda suka atau tidak, apakah anda setuju dengan efek yang ditimbulkannya atau tidak, dan ini juga berlaku pada pikiran dan perasaan Anda, ingat pikiran dan perasaan anda adalah merupakan benda tak kasat yang berkekuatan dahsyat, Subkhanallah, Maha suci dan Maha Perkasa Allah.

Agar dalam penyampaian mudah dicerna, pembahasan hukum tarik – menarik ini saya sedikit mencuplik dari sebuah buku “Quantum Ikhlas” yang dikarang oleh Erbe Sentanu dan diterbitkan oleh Elex Media, dan saya sesuaikan dengan pengalaman yang saya alami, dalam buku tersebut mengatakan :Anda akan menarik apa saja yang paling sering Anda pikirkan dengan perasaan, apakah Anda menginginkan atau tidak, jadi jika anda memikirkan dengan perasaan apa yang anda suka, hidup anda akan dipenuhi hal itu, dan sebaliknya jika anda memikirkan selalu hal-hal yang anda tidak suka maka hidup anda juga akan dipenuhi oleh hal-hal yang tidak anda suka, perlu anda pahami, berpikir sesuatu yang baik atau yang buruk sama artinya dengan anda merencanakan sesuatu itu untuk terjadi dalam kehidupan anda,

Allah selalu mengabulkan do’a setiap orang, baik dia menganut agama apapun untuk di dunia “sebagaimana sifat Allah yang Arrahman”, dan Allah mengabulkan do’a yang ada dalam hati bukan yang anda ucapkan, maka jika terjadi perbedaan antara apa yang terucap dimulut dengan yang ada dihati dengan perasaan, maka Allah akan mengabulkan apa yang ada dihati dan perasaan anda, jadi manusia akan menerima apa yang ada dihatinya meskipun anda tidak menginginkannya, hal ini sesuai dengan hukum Allah tarik menarik yang terjadi di alam semesta ciptaan Allah “SESUATU AKAN MENARIK SESUATU YANG SESUAI DENGAN SIFATNYA”.

Tetapi Allah mempunyai karunia ( yang dicurahkan ) atas semesta alam " (QS. Al Baqarah:251).
Dan mohonlah kepada Allah sebagian dari kelebihanNya. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui segala sesuatu " (QS. Annisa:32).

Jadi yang harus anda latih dan biasakan adalah yang ada dihati anda adalah sama dengan apa yang ada dalam pikiran anda (focus),  ketika anda sedang mengarahkan energi / focus ke sesuatu,  maka energi anda akan berkumpul untuk akhirnya mewujutkan sesuatu yang menjadi focus pikiran dan perasaan anda, dan perlu dicermati, yang anda akan dapat adalah yang anda focus bukan yang anda fikirkan atau anda inginkan atau anda ucapkan”.

Apabila anda selalu mengeluh dan merasuk sampai dengan setiap kegiatan, maka tanpa anda sadari bahwa anda telah focus terhadap apa yang anda keluhkan, sehingga hukum Allah di alam semesta berreaksi tanpa minta persetujuan (secara otomatis) yang anda keluhkan yang anda dapatkan, dibawah ini sebagian pernyataan untuk latihan :

  1. Jika anda ingin kaya, Anda harus focus dalam fikiran, hati dan perasaan pada keberlimpahan penuh rasa syukur dengan yang sudah ada maupun yang masih dalam pengharapan.
  2. Jika anda ingin sembuh, Anda harus focus dalam fikiran, hati dan perasaan pada kesehatan bahwa anda telah dalam keadaan sehat.
  3. Jika  anda ingin senang , Anda harus focus dalam fikiran, hati dan perasaan pada kebahagiaan, bahwa anda saat ini dan yang akan datang telah mendapatkan nikmat kebahagiaan itu.
  4. Jika anda ingin tenang, Anda harus focus dalam fikiran, hati dan perasaan pada kedamaiaan, bahwa anda saat ini telah demikian damai bersama Pencipta Kedamaian.
  5. Kalau mau merancang kehidupan jangka panjang secara kolektif, dasarnya adalah Firman Allah " …. Tetapi Allah mempunyai karunia ( yang dicurahkan ) atas semesta alam " (QS. Al Baqarah:251). "…. Sesungguhnya Allah mempunyai karunia terhadap manusia tetapi manusia kebanyakan tidak bersyukur " (QS.Al Baqarah:243), serta hadits qudsi Muslim “Aku sediakan bagi hamba-hambaKu yang beriman sesuatu yang tidak pernah dilihat mata, tidak pernah didengar telinga, dan tidak pernah tergores dihati manusia”.

Allah mencipta “SEMESTA” untuk memenuhi segala kebutuhan hidup manusia dan mahluk Allah lainnya dalam semesta, semesta memiliki frekwensi, anda hanya butuh mengubah frekwensi anda ataumencipta frekwensi sesuai keinginan yang akan terjadi pada hidup anda, kuncilah frekwensi di hati, perasaan dan fikiran (Fokus), dan singkronkan dengan usaha anda (dalam reality)..,

Fikiran, hati dan perasaan adalah sebuah benda tak berwujut, yang setiap hari setiap orang melepaskan benda ini ke semesta +/- 6400 kali, dan akan saling bertemu diantara yang bersesuaian untuk pemenuhan kebutuhan duniawi dan ukhrawi, dan semuanya atas perbuatan Allah melalui semestaNya, maka anda akan mendapatkan keinginan anda yang selaras dengan hati dan perasaan anda dari semestaNya, mengenai melalui mana dan kapan akan terwujut, itu urusan Allah dengan semestaNya.

Nomor 1 s/d 4 adalah satu persatu kenginan, kalau secara kolektif maka rancanglah harapan kehidupan anda kedepan, sebagai contoh : saya akan menikah umur 23 tahun, punya anak 3 dengan jarak kelahiran 5 tahun, umur 33 tahun saya punya rumah, umur 43 tahun saya punya mobil, umur 46 tahun saya naik haji, selebihnya saya akan memperdalam ilmu tentang Allah dan memperbanyak ibadah kepada Allah., tulis dan gantung di kamar, setiap memandang tulisan, rasakan dalam hati kenikmatan seakan anda sudah terima satu persatu dari rancangan anda dan ucapkan terima kasih kepada semesta (seperti anda berterima kasih kepada orang yang memberimu uang) dan curahkan rasa syukur sebanyak-banyaknya kepada Allah yang Maha Pemurah, Pengasih dan Penyayang sebagai pemilik dan pencipta semesta, dengan demikian Allah akan menuntun setiap langkah usahaanda menuju frekwensi yang anda tebar ke semesta melalui IMAN, di hati, perasaan dan fikiran anda (Fokus), semesta yang memiliki frekwensi selaras dengan frekwensi anda akan merespon mendatangi anda untuk mewujudkannya, atau sehubungan dengan letak dan keberadaan frekwensi yang selaras dengan frekwensi anda mungkin berjauhan atau apapun, maka melalui usaha keras anda – anda akan dituntun oleh Allah menuju keberadaan frekwensi itu untuk mewujudkannya.

Inilah rahasia alam semesta anugrah Allah yang dahsyat dan sering anda cuekkan, sehingga kehidupan anda kurang tearah dan energi anda tercerai - berai, begitu pula kesadaran wujud anda bahwa anda ada dan terwujut dari tumpukan alam kecil (sel-sel), disana mempunyai mekanisme kehidupan seakan berdiri sendiri, mendapat makanan, menulis informasi Illahiyah dalam DNA, dan ada yang bekerja berputar mengelilingi intinya yang menjadi milyaran generator penghasil energi sebagaimana alam semesta, kumpulan energi bermilyar-milyar dari sel-sel ini memiliki kekuatan amat dahsyat, dan Allah meberikan sentral energi ini pada sentral-sentral cakra di tubuh anda, dari sentral-sentral cakra ini akan berkumpul menjadi kekuatan dahsyat  pada hati dan perasaan yang anda fokus, jadi anda akan mendapakan dari Allah apa yang anda focus, bukan apa yang anda inginkan atau ucapkan, baik itu hal yang baik ataupun hal yang buruk, “APA YANG ANDA DAPAT DARI ALLAH ADALAH APA YANG ADA DALAM HATI DAN PERASAAN ANDA, BUKAN YANG ANDA INGINKAN ATAU UCAPKAN”,

Kita semua sadar bahwa Allah yang menjadikan sesuatu (Al-Bari’) atau yang Maha pengembang, Dia merencanakan mahlukNya dan menuntunNya melalui tahapan proses perkembangan, atas Maha pencipta dan kuasa mencipta semesta (Al-Khalik), maka tergelarlah semesta, dimana kuasa khalifah semesta adalah manusia, maka bukalah diri anda tahap demi tahap untuk semesta terdekat sampai yang terjauh dengan fikiran dan akal budi, sampai benar-benar menjadi Khalifahtullah di semesta, dan dalam semesta Allah telah siapkan segala kebutuhan manusia yang tidak pernah habis sampai akhir.
Jadi berpikirlah dengan do’a focus kepada apa-apa yang anda harapkan untuk terjadi pada hidup anda maka itulah yang akan anda dapatkan dari Allah, dan bertindaklah selalu dimuka bumi atas fitrah yang diberikan Allah pada anda (ruh yang telah ditiupkan Allah pada anak Adam), Firman Allah :

Dan mohonlah kepada Allah sebagian dari kelebihanNya. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui segala sesuatu " (QS. Annisa:32).
"Sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya, kemudian kami kembalikan dia ketempat yang serendah-rendahnya, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih; maka bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnya " (QS.Al Bayyinah:4-6).
“Allah menciptakan manusia dengan sempurna yaitu diberikannya bentuk tubuh yang baik, akal pikiran dan nafsu, kemudian manusia itu sendiri yang menentukan mampu atau tidaknya menggunakan pemberian Allah dengan baik” (QS. Attin: 4-5).

Dari Abu Hurairah ra. dari Nabi saw. besabda : "Allah Azza wa Jalla berfirman : "Aku sediakan bagi hamba-hambaKu yang beriman sesuatu yang tidak pernah dilihat oleh mata, tidak pernah di dengar oleh telinga, dan tidak pernah tetgores dalam hati manusia".
Hal itu sesuai dengan sebuah Hadits Qutsi :
"FALAA TA'LAMU NAFSUN MAA UKHFIYA LAHUM MIN QURATI A'YUNIN JAZAA-AN BIMAA KAANUU YA’MALUUN"
 (Seseorang itu tidak mengetahui apa yang disembunyikan bagi mereka yaitu yang menyejukkan mata sebagai balasan terhadap apa yang mereka kerjakan ). (Hadits Qudsi ditakhrij oleh Muslim).

‘’Maka, hadapkanlah wajahmu pada agama dengan penuh minat kepada kebenaran, sesuai fitrah Allah yang menciptakan manusia atas fitrah itu...” (Q.s., al-Rum/30:30).

Firman Allah diatas adalah sebagian dari sekian banyak yang menjadi dasar pemaparan diatas, sehingga sebenarnya Allah memberikan kebebasan kita untuk merancang arah dan tujuan hidup kita sesuai dengan kemauan dan pilihan kita, yang dibutuhkan hanyalah focus “IMAN” kita atas rangcangan untuk menggapai pengharapan di dunia dan hari kemudian, dan akan lebih kuat kalau rancangan tersebut kita catat didalam otak bawah sadar kita dalam kesadaran, perlu diketahui pula, bahwa kemampuan berpikir otak sadar kita hanyalah 12%, sedangkan kemampuan berpikir otak bawah sadar kita sebesar 88%, dikarnakan otak bawah sadar hanya dapat diakses lewat gelombang Alfa dan teta, disinilah perlunya kita melatih diri untuk pemanfaatkannya dengan Meditasi Dzikir.

Jadi perlu anda fahami, “Tingkat optimum untuk otak adalah 10 Hz (Alfa), yang merupakan frekkwensi optimim untuk melatih semua kecerdasan indra manusia dan pintu masuk ke (hati) bawah sadar, hanya 10% manusia yang sanggup berpikir di frekwensi ini secara alami, selebihnya perlu dilatih untuk itu”.

Khusuk”, adalah kondisi dimana kita mengalami rasa relaks yang dalam dan fokus penuh konsentrasi ke dalam diri, dalam aplikasi proses dzikir yang khusuk, maka otak memulai proses sinkronisasi menuju ke kondisi gelombang alfa, kondisi dimana diantara kantuk dan keterjagaan yang kuat (khusuk) inilah sebagai kondisi super learning, dimana pintu masuk ke otak bawah sadar terbuka, dan dalam posisi ini sangat baik untuk melatih kecerdasan indra kita.

Selamat beraktifitas berselimut dzikrullah..
Ya.. Allah.. Ajari aku akan Ilmu-Mu.., Ridhoi langkah langku.., Khusu'kan Ibadahku..





Mualimin Ali Anggota IndoSpirtual Energy Indonesia

DNA Energy (khusus bagi Muslim)

Teman teman terutama yang beragama islam  , bagi yang sering dan gemar ikut pengissian tenaga dalam , attunement reiki dan hal yang sejenis di face book , janganlah ikut ikutan attunement atau pengisian tenaga dalam atau suatu varaian rekli  apabila tidak kenal betul dengan asal usul dari varian atau aliran  tenaga dalam itu , karena dalam ilmu energi ada yang disebut dengan DNA energi , DNA energi  adalah cetak biru dari karakteristyik energi yang tercipta berdasarkan kecendrungan master yang menciptakan sistem energi tersebut ,DNA energi dari sistem energi yang diatuementkan pada kita atau yang diinisiasikan pada kita mempunyai dampak yang sangat kuat bagi seseorang , lebih lebih bagi seseorang yang iman dan pengetahuan agamanya masih kurang ,

Untuk lebih jelasnya sebagao contoh kalau kita ikut attunement suatu varian reiki yang bercorak agama bhuda atau berasal dari master yang menganut agama bhuda , --0 -- ini hanya contoh saja ---0--- atau agama lainnya , maka DNA energi dari varian itu pelan pelan akan mempengaruhi sistem bhatin teman teman sehingga perlahan lahan pemiliran dan visi teman teman akan berubah menjadi  mirip dengan pemikiran dan visi dari  master dan karalteristik asal dari sistem energi tersebut , misalnya pelan pelan teman teman akan percaya pada hal hal yang berhubungan dengan agama tersebut , misdalnya mulai percaya akan adanya reinkarnasi ,  percaya dengan adanya dewa dewa , nah ini bagi kita umat islam sangat berbahaya  karena perubahan bhatin ini berhubungan dengan kepercayaan yang akan berdampak serius bagi iman dan tauhid kita , jadi berhati hatilah

memang bagi orang yang telah kuat pendirian imannya , luas pengetahuan agamanya hal inin tidak akan mempengaruhi , tapi bagi yang imannya sudah lemah dan pengetahuan agamanya sangat kurang hal ini kan menjadi sesuiatu yang sangat serius , -- demikan infonya , semoga dapat dipahami dan bermanfaatb  bagi semua

@Kesatria Pelangi (facebook anggota IndoSpirtual Energy Indonesia)